Tahukah kamu jika Sekitar 62% luas wilayah Indonesia adalah laut dan perairan, hal ini dikonfirmasi dari data Kementrian Kelautan. Tetapi apakah air laut boleh kita minum? ternyata tidak diperbolehkan jika kita meminum air laut, bahkan  ketika kita berada dalam kondisi bertahan hidup di laut sekalipun. Karena air garam adalah air yang telah terkontaminasi dengan garam dan mineral lainnya, seperti merkuri.

Walau tak bisa di konsumsi, faktanya air laut yang asin dapat diubah menjadi air tawar yang dapat diminum, hal tersebut harus dilakukan dengan cara menyuling air. Penyulingan adalah salah satu cara pemisahan air dari partikel-partikel lain yang sebelumnya ada di dalam air tersebut. Penyulingan bertujuan untuk memurnikan air dari segala kotoran.

Berikut ini adalah bebarapa  cara memisahkan air laut dengan menyuling :

Cara pertama adalah dengan memakai Panci ,Gelas / Mangkuk/ yang lebih kecil untuk menangkap uap air dan Tutup panci /yang bentuknya mengerucut ke bawah caranya dengan  Masukkan gelas ke dalam panci, posisikan tepat berada ditengah panci lalu Isi panci dengan air laut namun jangan sampai melebihi mulut gelas.Kemudian tutup panci tersebut dengan tutup panci yang posisinya kita balik.

Taruh panci diatas api, saat air laut mendidih, maka uap air yang terkumpul di atas panci akan terkumpul di tutupnya. Karena tutupnya kita balik (sehingga bentuknya mengerucut ke bawah) maka uap air tadi akan mengalir dan jatuh ke dalam gelas yang kita taruh di tengah panci. Nah air yang terkumpul di dalam gelas adalah air hasil penguapan, uap tersebut sudah terpisah dari garam laut dan bisa kita minum. Jika rasanya masih asin, bisa di suling lagi hingga benar-benar tawar tapi konsekuensinya air yang terkumpul akan semakin sedikit.

Cara kedua adalah memisahkan air laut dengan penguapan matahari, Metode ini cara kerjanya sama dengan metode pertama hanya saja kita tidak menggunakan panas dari api, melainkan panas dari matahari untuk membuat air laut menguap. Bahan-bahan yang dibutuhkan pun lebih fleksibel. Namun metode ini membutuhkan waktu yang lama dan cuaca yang bagus. Bahan yang kita perlukan adalah wadah besar (panci/kaleng/ember) untuk air laut (besarnya wadah disesuaikan dengan kebutuhan, semakin besar semakin baik & semakin lama), lalu siapkan juga wadah kecil  (gelas/kaleng kecil) untuk menampung uap air dan jangan lupa gunakan penutup kedap air, bisa dari bahan plastik/mantel/bahan kedap air lainnya dan pemberat, bisa menggunakan kerikil atau koin logam.

Caranya adalah Masukan wadah kecil kedalam wadah yang besar, lalu Isikan air laut kedalam wadah namun jangan sampai melebihi tinggi gelas. Tutup rapat wadah besar dengan plastik penutup kemudian beri pemberat pada bagian tengahnya sehingga penutupnya mengerucut menghadap gelas yang ada di dalam. Taruh di tempat terbuka yang terkena matahari langsung.  Tunggu beberapa lama sampai air menguap karena panas matahari dan uap airnya terkumpul ke dalam gelas.

Nah, selain menggunakan dua metode survival dalam menyuling air laut di atas. kamu  juga bisa membeli alat penyulingan portabel yang banyak dijual. Biasanya alat itu  menggunakan metode reverse osmosis alias filterisasi bertekanan.