Sekilas pompa air kelihatan sederhana, cuma alat yang menyedot air lalu mengalirkannya. Padahal jenisnya cukup banyak, dan masing-masing dibuat untuk situasi yang berbeda. Memilih tanpa tahu bedanya sama saja seperti membeli sepatu tanpa lihat ukuran, kadang pas, sering tidak.
Kabar baiknya, begitu Anda paham empat jenis utamanya, memilih jadi jauh lebih gampang. Mari kita bahas satu per satu, lengkap dengan fungsinya masing-masing.
Pompa Sumur Dangkal
Ini jenis yang paling umum di rumah tangga Indonesia, sampai-sampai banyak orang menyebut semua pompa dengan namanya. Pompa sumur dangkal dipakai untuk sumur yang permukaan airnya relatif dekat dari permukaan tanah, umumnya sampai sekitar 9 meter.
Fungsinya untuk kebutuhan sehari-hari: mandi, mencuci, memasak. Kalau rumah Anda memakai sumur biasa yang airnya tidak terlalu dalam, jenis inilah yang Anda cari. Lihat pilihannya di pompa sumur dangkal.
Pompa Sumur Dalam (Jet Pump)
Begitu permukaan air lebih dalam dari jangkauan pompa dangkal, giliran jet pump yang turun tangan. Pompa ini punya sistem yang membuat daya hisap dan dorongnya jauh lebih kuat, sehingga sanggup menarik air dari sumur bor yang dalam.
Fungsinya melayani sumur dalam untuk kebutuhan rumah tangga, bahkan sampai usaha kecil. Kalau pompa dangkal Anda sudah tidak mampu menaikkan air, kemungkinan besar Anda memang butuh jenis ini. Lihat pompa sumur dalam / jet pump.
Pompa Submersible (Celup)
Berbeda dari dua jenis di atas yang diletakkan di atas permukaan, pompa submersible justru dibenamkan langsung ke dalam air. Karena bekerja dari dalam, dia mampu mengangkat air dari sumur yang sangat dalam dengan kapasitas besar, dan suaranya pun lebih senyap.
Fungsinya untuk sumur bor yang benar-benar dalam atau kebutuhan air berkapasitas tinggi. Sering juga disebut pompa celup atau pompa satelit. Lihat pompa submersible.
Pompa Booster (Pendorong)
Nah, jenis yang satu ini beda tugas. Kalau tiga jenis sebelumnya mengambil air dari sumur, booster justru tidak menyedot dari sumur sama sekali. Tugasnya mendorong air yang sudah ada, misalnya dari tandon, supaya tekanannya lebih kuat.
Fungsinya cocok untuk rumah bertingkat atau sambungan PDAM yang alirannya lemah. Jadi kalau masalah Anda bukan “air tidak naik dari sumur” tapi “air kurang deras”, inilah jawabannya. Lihat pompa booster.
Otomatis dan Non-Otomatis
Selain empat jenis di atas, hampir semua pompa punya pilihan otomatis dan non-otomatis. Yang otomatis menyala dan mati sendiri mengikuti keran, praktis untuk pemakaian harian. Yang non-otomatis dinyalakan manual, harganya lebih terjangkau, dan cocok untuk kebutuhan tertentu seperti mengisi tandon.
Ringkasan Jenis Pompa Air
| Jenis | Fungsi utama | Cocok untuk |
| Sumur dangkal | Menghisap dari sumur dangkal | Sumur s/d ±9 meter, kebutuhan harian |
| Jet pump | Menghisap dari sumur dalam | Sumur bor yang dalam |
| Submersible | Mengangkat dari dalam air | Sumur sangat dalam, kapasitas besar |
| Booster | Mendorong tekanan | tandon lemah, rumah bertingkat |
Kesimpulan
Empat jenis utama, empat tugas berbeda: dangkal untuk sumur dekat, jet pump untuk sumur dalam, submersible untuk yang sangat dalam, dan booster untuk menguatkan tekanan. Begitu Anda tahu kondisi air di rumah, memilih jadi urusan gampang. Lihat pilihan lengkap pompa air Sanyo, dan untuk langkah memilih yang lebih rinci, baca cara memilih pompa air.
FAQ
Ada berapa jenis pompa air? Secara umum ada empat jenis utama: pompa sumur dangkal, jet pump (sumur dalam), submersible (celup), dan booster (pendorong).
Apa fungsi pompa booster? Mendorong tekanan air yang sudah ada, misalnya dari tandon, agar alirannya lebih kuat. Bukan untuk menyedot dari sumur.
Pompa jenis apa yang paling umum di rumah? Pompa sumur dangkal, karena kebanyakan rumah memakai sumur dengan permukaan air yang tidak terlalu dalam.
Apa beda jet pump dan submersible? Jet pump diletakkan di atas dan menarik air dari kedalaman; submersible dibenamkan ke dalam sumur dan mendorong air ke atas.
Bagaimana menentukan jenis yang saya butuhkan? Lihat dari sumber air dan masalahnya: dari sumur (dangkal atau dalam) tentukan jenis penghisapnya; kalau soal dorongan air lemah, pilih booster.