pompa air untuk sumur bor

Pompa Air untuk Sumur Bor

Punya sumur bor tapi bingung harus pakai pompa yang mana? Anda tidak sendirian. Sumur bor itu beda karakternya dengan sumur gali biasa: airnya jauh lebih dalam, dan pompa yang biasa dipakai untuk sumur dangkal biasanya angkat tangan begitu disuruh menarik air dari kedalaman segitu.

Nah, di sinilah banyak orang salah langkah. Beli pompa yang murah dan kelihatan kuat, ternyata airnya tetap tidak naik, atau naik tapi kecil. Padahal masalahnya bukan pada mereknya, melainkan jenis pompanya yang memang tidak dirancang untuk sumur sedalam itu. Panduan pompa air untuk sumur bor ini akan membantu Anda memilih dengan benar sejak awal.

Kenapa Sumur Bor Perlu Pompa Khusus

Sumur bor dibuat dengan mengebor tanah cukup dalam, jadi permukaan airnya bisa berada belasan sampai puluhan meter di bawah tanah. Pompa sumur dangkal biasa punya batas daya hisap sekitar 9 meter. Lewat dari itu, dia sudah tidak sanggup lagi. Ibaratnya seperti menyedot minuman pakai sedotan yang terlalu panjang, seberapa kuat pun Anda menyedot, cairannya tidak sampai ke atas.

Karena itu, sumur bor butuh pompa yang memang dirancang untuk menarik atau mengangkat air dari kedalaman. Ada dua pilihan utama, dan keduanya bekerja dengan cara yang berbeda.

Dua Pilihan Utama: Jet Pump dan Submersible

Pompa sumur dalam (jet pump). Pompa ini diletakkan di atas, tetapi punya sistem yang membuat daya hisapnya jauh lebih dalam daripada pompa biasa. Cocok untuk sumur bor yang kedalamannya sedang, dan enaknya, karena pompanya ada di atas, perawatannya lebih mudah, tinggal dijangkau. Lihat pilihannya di pompa sumur dalam / jet pump.

Pompa submersible (celup). Kalau jet pump menarik air dari atas, submersible justru dibenamkan langsung ke dalam sumur dan mendorong air ke permukaan. Karena mendorong dari dalam air, dia sanggup mengangkat dari sumur yang sangat dalam, dengan kapasitas besar dan suara yang jauh lebih senyap. Konsekuensinya, kalau perlu diservis, pompanya harus diangkat dulu dari sumur. Lihat pompa submersible.

Sederhananya begini: sumur bor yang dalamnya sedang biasanya cukup dengan jet pump. Sumur yang benar-benar dalam, atau yang butuh air banyak, lebih pas pakai submersible.

Cara Mengukur Kedalaman Sumur Bor Anda

Sebelum belanja, Anda perlu tahu dulu seberapa dalam sumurnya, karena angka inilah yang menentukan segalanya. Kalau Anda pakai jasa pengeboran, biasanya mereka mencatat kedalaman sumur dan permukaan airnya, jadi tanyakan saja. Kalau tidak ada catatannya, yang paling penting diketahui adalah permukaan air statis, yaitu jarak dari mulut sumur sampai ke permukaan air ketika pompa sedang tidak menyala.

Angka itu yang dicocokkan dengan spesifikasi daya hisap pompa. Jangan cuma melihat kedalaman total sumurnya, karena yang dihitung pompa adalah dari mana ia mulai menarik air.

Yang Sering Terlupa Saat Memilih

Selain kedalaman, ada beberapa hal yang sering luput padahal penting:

  • Daya listrik. Pompa sumur dalam butuh watt lebih besar daripada pompa dangkal. Pastikan daya listrik rumah Anda mencukupi supaya pompa bisa bekerja penuh dan tidak bikin listrik jeglek.
  • Kapasitas air. Kalau rumah Anda punya banyak titik air yang dipakai bersamaan, perhatikan kapasitas (liter per menit), bukan cuma daya hisapnya.
  • Diameter casing sumur. Ini khusus untuk submersible. Pompa celup harus muat masuk ke dalam pipa sumur, jadi cocokkan ukuran diameternya sebelum beli.
  • Layanan servis. Pompa sumur dalam dipakai bertahun-tahun. Pilih merek yang punya servis resmi dan suku cadang mudah dicari, supaya perawatan jangka panjangnya gampang.

Pilihan Pompa Sumur Bor dari Sanyo

Untuk sumur bor, pompa air Sanyo menyediakan lini jet pump / sumur dalam dan submersible, lengkap dengan garansi dan jaringan servis resmi di berbagai kota.

  • PD-H250B — daya hisap 30 meter
  • PD-H605JP — daya hisap 39 meter
  • PS-W550-320 — untuk kedalaman sumur 50 meter

Kesimpulan

Kunci memilih pompa air untuk sumur bor ada pada kedalaman airnya. Sumur dalam yang sedang biasanya cukup dengan jet pump; sumur yang sangat dalam atau berkapasitas tinggi lebih pas dengan submersible. Ukur dulu permukaan airnya, cocokkan dengan spesifikasi, baru pilih modelnya. Kalau masih ragu, konsultasikan langsung lewat WhatsApp resmi Sanyo, atau baca dulu cara memilih pompa air untuk gambaran menyeluruh.

FAQ

Pompa apa yang paling cocok untuk sumur bor? Tergantung kedalamannya. Sumur bor sedang biasanya cukup dengan jet pump, sedangkan sumur yang sangat dalam lebih pas pakai pompa submersible.

Apa beda jet pump dan submersible? Jet pump diletakkan di atas dan menarik air dari kedalaman; submersible dibenamkan ke dalam sumur dan mendorong air ke atas. Submersible unggul untuk sumur yang sangat dalam.

Berapa kedalaman sumur yang butuh jet pump? Umumnya kalau permukaan air lebih dalam dari sekitar 9 meter, pompa sumur dangkal sudah tidak maksimal, sehingga butuh jet pump atau submersible.

Apakah pompa sumur bor boros listrik? Wattnya memang lebih besar dari pompa dangkal karena tugasnya lebih berat, tapi konsumsinya tetap wajar bila dayanya dipilih sesuai kebutuhan.

Bagaimana kalau air sumur bor mengecil setelah lama dipakai? Bisa karena permukaan air turun, saringan tersumbat, atau komponen aus. Periksa dulu, dan bila perlu hubungi servis resmi.

Related Blog